Strategi Mematikan Ala Italia

Terlebih turnamen Piala Dunia bukan tempat yang pas bagi pelatih untuk coba-coba formasi. Tite dapat menggunakan taktik ball possesion seperti yang dilakukan Pep Guardiola (baik saat menangani Barcelona, Bayern Munich, maupun Manchester City, yang beberapa kali pula memakai ). Terkait hal ini, build up permainan mesti dimulai dari penjaga gawang. Beruntung, Brasil memilki Ederson Moraes yang memiliki footwork ciamik, serta juga dilatih oleh Pep di Manchester City.

Di sisi sayap, Coutinho dan Willian juga bermain lugas saat bertahan maupun penyerang, dan sukses meredam agresifitas Leon Goretzka dan Leroy Sane yang notabene merupakan pemain-pemain dengan kemampuan akselerasi tinggi. Saat mengalahkan Jerman 1-0 dalam laga persahabatan akhir Maret lalu, formasi tersebut memperlihatkan hasil cemerlang bagi Brasil.

Formasi yang terbukti mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan ini sering digunakan oleh klub-klub besar, seperti Spanyol. Di Indonesia sendiri, formasi ini juga sering digunakan oleh timnas Indonesia di pertandingan tingkat internasional. Situasi pertandingan (wasit, petugas, penonton, alat, fasilitas, lapangan, cuaca, pola dan sistem permainan, peraturan, tempat permainan dll).

Selain Neuer, dapat dikatakan Ederson-lah kiper dengan kemampuan footwork terbaik saat ini di dunia. Untuk mengakomodir seluruh penyerangnya tersebut, Tite dapat menggunakan formasi alternatif atau saat bertahan.

Formasi ini memang cocok untuk model permainan bertahan, tapi mengandalkan kreativitas lini tengah. Formasi menggunakan 3 orang bek, 5 orang gelandang, dan 2 orang penyerang di depan. Formasi ini terdiri dari 3 orang bek murni, 4 orang gelandang, dan 3 orang penyerang. 2 orang dari gelandang (gelandang paling kanan dan kiri) bisa berperan ganda menjadi bek sayap.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, taktik adalah rencana atau tindakan yang bersistem untuk mencapai tujuan. Helenio Herrera, sang juru taktik, mampu membawa Nerazzurri merengkuh dua gelar Piala Champions Eropa dan tiga scudetto dengan sistem pertahanan gerendel ini. Kesuksesan ini tak lepas dari bek-bek kelas dunia semacam Giacinto Facchetti, Rarcisio Burgnich, dan Armando Picchi yang membuat lawan-lawan mereka takluk sebelum sempat masuk kotak penalti Inter. Hanya saja, dengan memakai formasi tersebut, Tite harus mencadangkan kedua bek sayapnya. Opsi tersebut dirasa nyaris tak mungkin mengingat ia memiliki bek kiri terbaik dunia dalam diri Marcelo.

Pemain The Blues dituntut untuk bermain lebih sederhana dan lebih banyak mengumpan pendek. Dalam bentuk pertahanannya Bali United memainkan pressing berdasarkan formasi dasar /. Secara umum wilayah pressing Bali United dimulai dari sekitar sepertiga-tengah berdekatan dengan sepertiga akhir pertahanan lawan. Pressing dilakukan dalam intensitas rendah, yang tujuannya lebih kepada mengundang lawan untuk “keluar”.

Penyerangannya juga kuat dengan 3 pemain tengah penyerangnya dan seorang penyerang utama sehingga akan sulit bagi tim lawan untuk menjaganya. Pada intinya, formasi ini memang cocok digunakan ketika tim pemprioritaskan aliran-aliran bola yang cerdas dalam menciptakan peluang untuk mencetak gol. Tipe formasi ini juga merupakan salah satu formasi yang pola penyerangannya cukup kuat.

Neymar dan Countinho berada di sisi sayap kiri dan kanan, sementara di depan Jesus dapat berduet dengan Firminho. Formasi super ofensif ini dapat dimainkan jika Brasil tengah dalam kondisi mengejar gol. Namun tentu saja terdapat risiko besar memainkannya mengingat hanya ada dua pivot yang berada di tengah.

Intensitas pressing meningkat seiring progresi bola terhadap lapis pertama pressing Bali United yang dimulai oleh Lerby. Di dua laga ujicoba ini, Deris akan memanfaatkannya untuk melihat visi bermain dan mentalitas bertanding dari tiap peserta seleksi. Tidak hanya itu, lewat ujicoba ia juga mau melihat bagaimana pemahaman para pemain terhadap instruksi yang diberikan pelatih. Selain itu Deris menekankan bahwa pertandingan melawan SS Ragunan dan Persigawa menjadi kesempatan untuk mengenalkan skema dan gaya bermain yang diterapkannya. Formasi yang satu ini hampir jarang digunakan oleh para pelatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *